Mengetahui cara yang tepat untuk membersihkan daging kurban sangat penting agar daging bisa bertahan lama dan tetap segar saat dikonsumsi.
Category Article 1
| 487 次观看
Idul Adha adalah salah satu hari besar yang paling dinantikan oleh umat Islam, di mana penyembelihan hewan kurban menjadi bagian penting dari perayaan ini. Setelah Idul Adha, biasanya kita memiliki banyak daging kurban yang perlu disimpan dengan baik agar tetap segar dan aman untuk dikonsumsi. Tapi, apa sih cara terbaik untuk mencuci, menyimpan, dan memasak daging kurban agar tetap lezat dan sehat?
Di artikel ini, kami akan membagikan berbagai tips praktis yang mudah diikuti. Mulai dari cara mencuci daging dengan benar, teknik penyimpanan yang bisa membuat daging tahan lama, hingga resep-resep sederhana yang akan menjadikan hidangan Anda lebih istimewa. Yuk, simak terus dan buat momen memasak daging kurban jadi lebih seru dan menyenangkan!
Mengetahui cara yang tepat untuk membersihkan daging kurban sangat penting agar daging bisa bertahan lama dan tetap segar saat dikonsumsi. Berikut beberapa tips yang bisa kamu ikuti:
Berbeda dengan daging ayam, daging sapi tidak perlu dicuci sebelum diolah. Di tempat penjagalan, jarang sekali ditemukan daging sapi yang dicuci. Para pedagang biasanya langsung menggantung daging sapi yang baru dipotong. Mencuci daging sapi setelah dipotong justru bisa menurunkan kualitasnya karena teksturnya menjadi mengkerut dan kaku.
Seringkali, daging kurban masih memiliki sisa-sisa darah segar atau cairan yang menempel. Jika kamu menemui hal ini, cukup bersihkan dengan menggunakan tisu khusus dapur. Setelah itu, diamkan daging beberapa saat sebelum dimasak. Namun, jika daging belum akan diolah, cukup lap dengan tisu dapur dan langsung masukkan ke dalam kulkas.
Berikut cara dan tips menyimpan daging kurban agar tahan lama:
Hal yang pertama dilakukan adalah jangan mencuci daging kurban. Sebab daging kurban akan mengeluarkan bau tak sedap apabila dibilas dengan menggunakan air.
Bukan hanya itu, daging kurban yang terkena air akan meresap ke serat dan membuat daging menjadi cepat busuk.
Memotong daging kurban menjadi beberapa bagian akan mempermudah proses pencairan daging. Selain itu, daging yang sudah dipotong-potong dapat mempercepat saat dimasak. Daging kurban dapat dipotong sesuai dengan porsi yang Anda inginkan.
Menyimpan daging kurban di kulkas sebaiknya tidak dicampur dengan makanan lain. Hal ini dilakukan agar daging tetap segar dan tidak tercampur bakteri dari makanan lain. Anda juga sebaiknya menyiapkan tempat khusus dalam menyimpan daging kurban di kulkas.
Anda dianjurkan untuk membumbui daging kurban sebelum disimpan di kulkas. Hal ini dilakukan agar daging yang kita simpan dapat tahan lama. Selain itu, bumbu seperti kunyit, garam dan lainnya dapat membunuh bakteri pada daging.
Ada batasan waktu menyimpan daging kurban di kulkas agar masih layak dikonsumsi. Karena itu, usahakan jangan terlalu lama menyimpan daging kurban karena akan membuat daging menjadi tidak segar lagi.
Mencuci daging kurban sebelum dimasak dapat membuat daging menjadi alot dan berbau prengus. Sebagai contoh, daging kambing yang dicuci sebelum dimasak cenderung lebih cepat mengalami pembusukan. Oleh karena itu, sebaiknya daging kambing tidak dicuci dan langsung direbus. Cukup rebus daging hingga mendidih dan buang air rebusannya. Dengan cara ini, bau prengus pada daging kambing dapat hilang dan teksturnya menjadi lebih empuk.
Jika daging kurban sudah terlanjur dicuci, taburi dengan garam. Garam dapat menetralisir bau amis yang tidak sedap. Taburkan garam secara merata ke seluruh bagian daging, diamkan selama 60 menit, lalu bilas daging dari garam menggunakan air. Setelah itu, segera rebus daging.
Jeruk nipis tidak hanya efektif menghilangkan bau prengus, tetapi juga dapat melunakkan daging. Caranya mudah, peras jeruk nipis hingga mengeluarkan sarinya, lalu balurkan air perasan jeruk nipis tersebut ke daging kurban.
Daun pepaya mengandung enzim papain yang efektif menetralkan bau prengus dan membuat daging lebih lembut. Siapkan beberapa lembar daun pepaya yang sudah dibersihkan, kemudian bungkus daging dengan daun pepaya tersebut. Enzim papain dalam daun pepaya akan bekerja menghilangkan bau prengus dan menjadikan daging lebih empuk.
Siapkan berbagai rempah seperti jahe, kunyit, cengkeh, ketumbar, daun salam, atau sereh yang memiliki aroma kuat. Aroma kuat dari rempah-rempah ini dapat menghilangkan bau prengus pada daging kurban. Rebus daging bersama rempah-rempah tersebut agar daging menjadi empuk dan tidak berbau.
Dengan mengikuti tips ini, Anda dapat memastikan daging kurban yang dimasak menjadi empuk dan bebas dari bau prengus, sehingga lebih nikmat untuk disantap. Selamat mencoba!
Pernahkah kamu mendengar istilah "4 sehat 5 sempurna"? Ya, ini adalah konsep gizi seimbang yang digagas oleh pemerintah Indonesia untuk meningkatkan kesehatan masyarakat melalui po...
319 次观看 |
Category Article 1
Bagi Anda yang sedang mencari inspirasi untuk membuat jajanan kukus di rumah, resep di bawah ini akan menjadi panduan yang berguna. ...
369 次观看 |
Category Article 1