Berbicara tentang hidangan soto, salah satu jenis soto yang kerap menjadi pilihan favorit banyak orang adalah Coto Makassar. Pasalnya, Coto Makassar tidak hanya sekedar hidangan kuliner, tetapi juga mencerminkan identitas budaya Makassar dengan segala keunikannya. Pada tahun 2015, pemerintah menetapkannya sebagai Warisan Budaya Tak Benda melalui keputusan Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan.
Category Article 1
Super Bihun Rose Brand
| 876 次观看
Berbicara tentang hidangan soto, salah satu jenis soto yang kerap menjadi pilihan favorit banyak orang adalah Coto Makassar. Pasalnya, Coto Makassar tidak hanya sekedar hidangan kuliner, tetapi juga mencerminkan identitas budaya Makassar dengan segala keunikannya. Pada tahun 2015, pemerintah menetapkannya sebagai Warisan Budaya Tak Benda melalui keputusan Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan.
Apakah Anda penasaran dengan fakta-fakta menarik lainnya tentang coto Makassar yang mungkin belum banyak diketahui orang? Mari kita temukan faktanya dalam artikel berikut ini!
Toak yang merupakan seorang ahli masak di Kerajaan Bajeng (sebuah wilayah di perbatasan Kabupaten Takalar dan Gowa di Sulawesi Selatan), secara rutin mempersiapkan hidangan daging kerbau untuk anggota kerajaan setiap hari. Hidangan ini disajikan tanpa menyertakan bagian jeroan, seperti hati, usus, babat, dan sebagainya.
Singkat cerita, hal inilah yang mendorong Toak untuk mengkreasikan menu masakan baru dengan memanfaatkan bagian jeroan dan bumbu-bumbu tradisional. Hubungan keluarganya dengan pedagang Tiongkok inilah yang mewarnai dalam penyajian masakannya. Toak menggabungkan rempah-rempah dari Indonesia dengan sambel tauco, hasil rempah dari pedagang Tiongkok. Tidak hanya itu, Toak juga menggunakan sebanyak 40 jenis rempah Indonesia, yang sering disebut sebagai Ampah Patang Pulo.
Sejumlah bahan dalam Ampah Patang Pulo seperti kemiri, cengkeh, pala, foeli, sereh, lengkuas, merica, bawang merah, bawang putih, jintan, ketumbar merah, kacang ketumbar putih, jahe, laos, daun jeruk purut, daun salam, daun kunyit, daun bawang, daun seledri, daun prei, lombok merah, lombok hijau, gula talla, asam, kayu manis, dan garam. Serta pepaya muda untuk melunakkan daging, kapur untuk membersihkan bagian jeroan, cabe rawit dan cabe keriting untuk sambal tauco. Penyajiannya dilengkapi dengan daun seledri, daun bawang, jeruk nipis, bawang goreng, jeruk nipis, sambel tauco, dan ketupat.
Menariknya, kuahnya tidak menggunakan santan, melainkan campuran air beras dan kacang. Kelezatan Coto Mangkasara' menjadi semakin nikmat, karena proses memasaknya dilakukan dalam wadah kuali tanah yang disebut korong butta atau uring butta.
Toak kemudian membagikan hidangan yang kini dikenal sebagai Coto Makassar kepada warga yang kurang mampu di sekitar kerajaan, prajurit kerajaan, dan pedagang asing yang berada di sana. Seiring berjalannya waktu, Coto Makassar menjadi populer dan diakui oleh Raja sebagai hidangan istimewa kerajaan yang disukainya.
Sulit menentukan secara pasti kapan coto Makassar pertama kali ditemukan. Namun, menurut para ahli sejarah, coto Makassar diyakini telah ada sejak abad ke-16. Oleh karena itu, coto Makassar diakui sebagai salah satu hidangan kuliner tertua di Indonesia, sejajar dengan nasi bakepor, nasi jemblung, nasi bogana, docang, dan papeda.
Rahasia kelezatan Coto Makassar menyimpan banyak cerita menarik. Konon, coto Makassar tidak boleh dijual bersama soto-soto sejenis. Pelanggaran aturan ini dapat mengurangi cita rasa istimewa Coto Makassar. Aturan tidak hanya berlaku bagi pedagang coto Makassar, melainkan juga untuk siapa pun yang ingin menikmati hidangan ini secara sempurna. Tradisi makan Coto Makassar pada jam 09.00-11.00 WITA dengan menggunakan mangkuk kecil dan sendok bebek turut dijaga agar Coto Makassar tidak kehilangan identitasnya yang dipengaruhi oleh budaya Tiongkok.
Nasi hampir selalu menjadi pendamping untuk sebagian besar hidangan kuliner tradisional di Indonesia, termasuk soto dan sop. Tapi hal ini berbeda dengan Coto Makassar. Di mana hidangan ini menjadi lebih nikmat jika disantap bersama Buras. Buras merupakan ketupat versi Bugis yang dicampur dengan santan dan dibungkus daun pisang. Dan yang tidak pernah ketinggalan adalah sensasi lezat Coto Makassar dengan kehadiran sambal tauco yang menggoda selera.
Dengan kelezatannya yang tak tertandingi, kini Coto Makassar bukan hanya menjadi hidangan yang hanya dapat dijumpai di Sulawesi Selatan saja. Tetapi juga telah merambah ke seluruh penjuru Indonesia hingga mancanegara. Mulai dari Spanyol, Australia, Singapura, dan berbagai negara lainnya. Inilah yang membuktikan bahwa Coto Makassar telah menjadi daya tarik kuliner yang mendunia. Apakah Anda tertarik untuk mencicipinya?
Baca juga: Rahasia Sukses dalam Membuat Saus dan Sup dengan Tepung Maizena
Sumber:
https://www.goodnewsfromindonesia.id/2022/08/25/makanan-tertua-khas-indonesia
Buat Anda yang sedang mencari ide camilan serba digoreng dari tepung beras, berikut resep yang bisa dicoba di rumah....
1674 次观看 |
Category Article 1
Tepung Beras Putih Rose Brand
Jika Anda sedang berkunjung ke Madura, jangan lewatkan untuk menikmati kuliner khasnya yang menggugah selera berikut ini....
2492 次观看 |
Category Article 1