Dapat Daging Kurban, Ini Cara Menyimpannya di Kulkas Biar Tahan Lama

Untuk memastikan daging kurban tetap awet dan terjaga kualitasnya, cara penyimpanan yang tepat adalah hal yang sangat penting.


Category Article 1

| 236 Dilihat

Dapat Daging Kurban, Ini Cara Menyimpannya di Kulkas Biar Tahan Lama

Untuk memastikan daging kurban tetap awet dan terjaga kualitasnya, cara penyimpanan yang tepat sangatlah penting. Lalu, bagaimana cara menyimpan daging kurban di kulkas dengan benar agar tahan lama? Pasalnya, masih banyak orang kebingungan menghadapi hal sepele seperti ini, apalagi setelah perayaan Idul Adha.

Yuk, simak panduan lengkap tentang cara menyimpan daging kurban di kulkas agar tetap awet dan segar di artikel berikut ini!

Cara Menyimpan Daging Kurban di Kulkas

Berikut adalah cara menyimpan daging kurban di kulkas yang benar untuk menjaga kesegaran dan kualitasnya dalam jangka waktu yang lebih lama:

1. Hindari Mencuci Daging Sebelum Penyimpanan

Mencuci daging sebelum disimpan di kulkas mungkin sudah menjadi kebiasaan, namun sebaiknya hal ini dihindari. Daging yang telah dicuci mengandung kelembaban tinggi, yang dapat menyebabkan freezer burn. 

Selain itu, mencuci daging tidak membunuh bakteri. Proses tersebut hanya akan memindahkan bakteri dari air pencucian ke daging. Bakteri baru akan mati saat dimasak pada suhu yang tepat.

2. Bungkus Daging Dengan Rapat

Pembungkusan daging sebelum disimpan di kulkas sangat penting, terutama untuk daging yang mengandung banyak lemak. Daging berlemak lebih rentan mengalami freezer burn, yang dapat merusak tekstur dan rasa daging. 

Pastikan daging dibungkus rapat menggunakan plastik atau bahan penyimpan makanan lainnya yang aman dan tidak mudah rusak pada suhu rendah. Pembungkusan yang baik juga akan mencegah paparan udara, yang dapat mempercepat proses kerusakan daging.

3. Segera Masukkan Daging ke Kulkas

Daging mentah sebaiknya tidak dibiarkan di suhu ruangan lebih dari dua jam. Jika suhu lingkungan lebih dari 32°C, daging harus segera dimasukkan ke dalam kulkas dalam waktu satu jam. 

Untuk menjaga kualitasnya, simpan daging pertama kali di bagian chiller dengan suhu sekitar 4°C sebelum dipindahkan ke freezer. Proses ini membantu mencegah perubahan suhu yang drastis, yang bisa merusak tekstur daging.

4. Tandai Tanggal Pembelian Daging

Untuk memudahkan pengelolaan bahan makanan di kulkas, beri tanda pada wadah atau pembungkus daging dengan tanggal pembelian. Dengan cara ini, Anda dapat dengan mudah melacak umur simpan daging dan memprioritaskan konsumsi daging yang lebih tua terlebih dahulu. 

Daging sapi dapat bertahan di freezer pada suhu di bawah -18°C selama 6 hingga 12 bulan, sementara daging ayam bisa bertahan hingga satu tahun jika disimpan dalam keadaan segar.

5. Perhatikan Suhu Kulkas

Suhu kulkas yang tepat sangat berpengaruh terhadap daya tahan daging. Pastikan suhu freezer berada di bawah -18°C dan hindari mengisi kulkas terlalu penuh atau terlalu kosong. Kulkas yang terlalu penuh akan menghambat sirkulasi udara, sementara kulkas yang terlalu kosong akan bekerja lebih keras dan mengonsumsi lebih banyak energi. 

Jika terjadi pemadaman listrik, pastikan menggunakan termometer tahan suhu ekstrim untuk memantau suhu kulkas, dan hindari membuka pintu freezer tanpa alasan yang jelas.

Dengan mengikuti langkah-langkah tersebut, daging kurban Anda akan tetap awet dan terjaga kualitasnya, siap untuk diolah menjadi hidangan lezat kapan saja.

Baca Juga: Rahasia Bikin Gorengan Renyah dan Tahan Lama

Semua Artikel


Kategori Artikel

Tinggalkan Ulasan


Artikel Lainnya


Kue Cincin, Jajanan Khas Betawi yang Legit dan Empuk

Kue cincin terbuat dari bahan-bahan sederhana, seperti tepung beras, gula merah berkualitas tinggi, dan kelapa sangrai, yang memberikan cita rasa legit dan aroma khas yang mengguga...

1491 Dilihat |


Category Article 1

Lebih Wangi dan Sehat, Inilah 5 Manfaat Daun Pisang untuk Membungkus Makanan

Selain memberikan aroma khas yang harum, ternyata daun pisang juga memiliki banyak manfaat lain saat digunakan untuk membungkus makanan. ...

417 Dilihat |


Category Article 1