jika Anda bingung membedakan chia seed dan selasih, Anda bisa mengamati perbedaannya mulai dari bentuk, asal tanaman, kandungan, manfaat, hingga cara pengolahannya.
Category Article 1
| 360 Dilihat
Secara sekilas, chia seed dan biji selasih memang terlihat sangat mirip. Makanya, tidak jarang banyak orang yang kebingungan membedakan keduanya.
Nah, jika Anda bingung membedakannya, Anda bisa mengamati perbedaan chia seed dan selasih dalam beberapa aspek, mulai dari bentuk, asal tanaman, kandungan, manfaat, hingga cara pengolahannya.
Mari simak penjelasan detailnya dalam artikel di bawah ini!
Meski ukurannya kecil dan sering digunakan dalam makanan sehat atau minuman segar, keduanya berasal dari tanaman yang berbeda dan memiliki karakteristik unik masing-masing. Yuk, simak perbedaan chia seed dan biji selasih berikut ini agar tidak keliru saat mengkonsumsinya.
Salah satu perbedaan utama antara chia seed dan biji selasih terletak pada asal tanamannya. Chia seed berasal dari tanaman bernama Salvia hispanica, sejenis tanaman mint yang berasal dari Amerika Tengah. Tanaman ini memiliki bunga berwarna putih hingga ungu, dan dikenal sebagai sumber biji chia yang kaya nutrisi.
Sementara itu, biji selasih berasal dari tanaman Ocimum basilicum atau lebih dikenal sebagai tanaman basil. Tanaman ini umum dijumpai di wilayah Asia dan Afrika, dan menghasilkan bunga berwarna putih. Di Indonesia, selasih sudah lama dikenal sebagai campuran minuman tradisional yang menyegarkan.
Meski terlihat mirip, jika Anda memperhatikan lebih detail, bentuk chia seed dan biji selasih sebenarnya cukup berbeda. Chia seed memiliki bentuk lonjong dan pipih dengan permukaan halus dan mengkilap. Warnanya bervariasi, mulai dari putih, coklat, hingga hitam.
Sebaliknya, biji selasih cenderung berbentuk elips dan berwarna hitam pekat. Setelah direndam air, biji selasih akan mengembang dan dilapisi gel transparan yang khas, mirip dengan tekstur chia seed, tapi dengan ukuran yang sedikit lebih besar.
Selain dari warna dan bentuknya, cara pengolahan keduanya juga memiliki perbedaan. Chia seed bisa langsung dikonsumsi dalam keadaan mentah, ditambahkan ke dalam smoothie, oatmeal, atau yogurt. Namun, agar lebih mudah dicerna, chia seed sebaiknya direndam air terlebih dahulu hingga membentuk gel.
Biji selasih justru harus direndam air hangat selama beberapa waktu sebelum dikonsumsi. Biasanya, selasih digunakan sebagai pelengkap dalam minuman manis atau es buah karena teksturnya yang unik dan menyegarkan.
Baik chia seed maupun biji selasih sama-sama kaya akan nutrisi. Keduanya juga mengandung serat, protein, dan mineral penting untuk tubuh. Namun, chia seed dikenal memiliki kandungan serat yang lebih tinggi. Sehingga sangat baik untuk melancarkan pencernaan, mencegah sembelit, dan membantu menurunkan berat badan.
Biji selasih juga memberikan manfaat serupa, meski dalam kadar yang sedikit lebih rendah. Kandungan seratnya tetap membantu memperlancar sistem pencernaan dan menjaga rasa kenyang lebih lama. Bedanya, biji chia lebih fleksibel digunakan dalam berbagai makanan, sedangkan biji selasih lebih sering dijadikan topping minuman dingin.
Itulah perbedaan chia seed dan selasih yang perlu Anda ketahui. Sekarang Anda tidak perlu bingung sajian minuman apa saja yang cocok dengan campuran biji selasih yang menyegarkan bersama keluarga saat berbuka puasa.
Baca Juga: Apa Perbedaan Tepung Beras, Tepung Tapioka, dan Tepung Ketan?
buat kamu yang nggak suka ribet, Rose Brand punya tips seru nih, cara bikin bubur ayam pakai rice cooker. Cocok banget buat kamu yang nggak terlalu jago masak...
1685 Dilihat |
Category Article 1
Banyak orang sering kali terburu-buru membeli berbagai perlengkapan baking, termasuk berbagai jenis loyang, ketika mereka baru belajar membuat kue. Padahal, setiap loyang kue memil...
3821 Dilihat |
Category Article 1