Jenis-jenis susu untuk masakan & Kue yang wajib kamu fahami

Saat ini, keberadaan produk susu segar menjadi semakin langka dalam keseharian kita. Namun jangan khawatir, meskipun yang sering kita temui di supermarket adalah susu dalam bentuk cair yang telah mengalami proses pengawetan, bukan berarti kualitasnya mengalahkan kesegaran susu langsung dari peternakan. Baiknya, aroma amis pun telah berhasil dihilangkan sepenuhnya. Dengan pesatnya kemajuan teknologi, kini kita dibuat semakin dimanjakan dengan beragam pilihan produk susu yang siap memenuhi kebutuhan beragam gaya hidup. Yuk, ketahui jenis-jenis susu yang biasa digunakan untuk masakan dan kue berikut ini.


Category Article 1

| 7214 次观看

Jenis-jenis susu untuk masakan & Kue yang wajib kamu fahami

Saat ini, keberadaan produk susu segar menjadi semakin langka dalam keseharian kita. Namun jangan khawatir, meskipun yang sering kita temui di supermarket adalah susu dalam bentuk cair yang telah mengalami proses pengawetan, bukan berarti kualitasnya mengalahkan kesegaran susu langsung dari peternakan. Baiknya, aroma amis pun telah berhasil dihilangkan sepenuhnya. Dengan pesatnya kemajuan teknologi, kini kita dibuat semakin dimanjakan dengan beragam pilihan produk susu yang siap memenuhi kebutuhan beragam gaya hidup. Yuk, ketahui jenis-jenis susu yang biasa digunakan untuk masakan dan kue berikut ini.

Jenis-jenis Susu yang Berguna untuk Masakan dan Kue

Dalam dunia kuliner, susu memiliki peran penting dengan beragam jenis dan varietas yang menawarkan kemungkinan tak terbatas dalam memperkaya cita rasa makanan dan kue. Berikut di antaranya:

1. Susu Pasteurisasi (Pasteurized Milk)

Setelah menjalani proses pasteurisasi dengan pemanasan ringan pada suhu 72–75°C selama 15 detik, susu ini menjadi bebas dari mikroorganisme berbahaya. Ini membuatnya memiliki umur simpan yang lebih lama setelah didinginkan pada suhu 10°C dan dimasukkan ke dalam wadah steril. Nikmati kelembutannya dalam beberapa hari di dalam lemari es.

2. Susu Homogen (Homogenized Milk)

Susu yang telah dipasteurisasi kemudian diproses dengan tekanan tinggi agar lemak susunya tidak terpisah di permukaan, melainkan tercampur merata dalam susu. Ketika direbus, susu perlu diaduk agar lemaknya tidak terpisah. Susu homogen ini dapat disimpan di dalam lemari es selama 5–7 hari.

3. Susu UHT (Ultra High Temperature Milk)

Susu cair yang dipanaskan pada suhu sangat tinggi, yaitu 137°C. Susu ini dapat bertahan selama berbulan-bulan pada suhu ruangan sebelum kemasannya dibuka. Gunakan susu UHT tawar (plain) untuk keperluan memasak.

4. Susu Steril

Susu homogen yang dipanaskan hingga mencapai suhu 110°C sehingga menjadi lebih kental. Kemudian susu ini dikemas dalam botol atau kaleng steril. Meskipun tidak perlu disimpan dalam lemari es, susu steril ini dapat bertahan hingga bertahun-tahun.

5. Susu Evaporasi (Evaporated Milk)

Susu yang telah dikentalkan dan tidak memiliki rasa manis. Sebagian air dalam susu telah diuapkan, menjadikannya lebih kental. Biasanya digunakan sebagai pengganti krim dalam kopi atau sup.

6. Susu Kental Manis (Condensed Milk)

Susu yang sangat kental dan memiliki rasa manis karena ditambahkan gula. Sering digunakan dalam sajian seperti siraman es campur, martabak manis, dan pancake. Ketika digunakan dalam pembuatan kue atau puding, jumlah gula sebaiknya dikurangi.

7. Susu Bubuk

Susu segar yang telah dikeringkan menjadi bentuk bubuk. Tersedia dalam variasi tingkat kandungan lemak, seperti full cream yang memiliki rasa gurih, low-fat yang mengurangi lemak, dan skim/non-fat yang bebas lemak sama sekali.

8. Buttermilk

Cairan yang tersisa setelah proses pembuatan mentega. Memiliki konsistensi cairan kental, dapat diminum langsung atau digunakan sebagai bahan dalam pembuatan kue. Ketika dicampur dengan soda kue, buttermilk berperan sebagai agen pengembang. Jika tidak tersedia, bisa diganti dengan susu asam.

9. Susu Asam (Sour Milk)

Hasil fermentasi dari susu segar yang memiliki rasa asam. Fungsinya mirip dengan buttermilk. Jika susu asam sulit ditemukan, Anda dapat membuatnya sendiri dengan mencampur 300 ml susu cair dengan 1 sdm air jeruk lemon atau cuka. Aduk hingga kental, dan susu asam siap digunakan setelah didiamkan selama 10 menit.

 10. Yogurt

Produk hasil fermentasi susu oleh bakteri asam laktat seperti Streptococcus dan Lactobacillus. Memiliki tekstur yang lebih kental daripada susu asam. Tersedia dalam berbagai rasa. Namun, untuk campuran dalam masakan, minuman, saus salad, atau bahan perendam, sebaiknya gunakan yogurt tawar (plain) atau sesuai kebutuhan. 

Itulah 10 jenis susu yang umum digunakan dalam memasak serta pembuatan kue. Pilihlah opsi yang sesuai dengan kebutuhan masakan dan kue yang sedang Anda buat. Selamat berkreasi!

Baca juga: Berikut Jenis-jenis Gula yang Sering Digunakan Pada Masakan Yang Perlu Anda Ketahui

其他文章


Berikut Daftar Makanan Sehat dan yang Perlu Dijauhi Ketika Berbuka Puasa

Berbuka puasa saat bulan Ramadhan adalah momen yang ditunggu-tunggu oleh banyak orang. Namun, jangan sampai keasyikan menyantap hidangan di meja makan membuat kita lupa pentingnya ...

565 次观看 |


Category Article 1

Langkah Mudah Meredakan Luka Bakar Saat Memasak

Risiko yang tak terhindarkan saat memasak adalah cedera bakar yang mungkin timbul akibat terkena percikan minyak panas, air mendidih, tak sengaja menyentuh permukaan panci atau waj...

340 次观看 |


Category Article 1