Dari kopi Gayo yang legendaris hingga minuman segar, Aceh menawarkan ragam pilihan yang tidak hanya melegakan dahaga, tetapi juga memperkaya perjalanan budaya Anda.
Category Article 1
| 692 次观看
Aceh dikenal bukan hanya lewat aneka kuliner khasnya yang menggugah selera, tetapi juga lewat minuman tradisionalnya yang unik dan menyegarkan. Setiap tegukan minuman khas Aceh menyimpan cerita tentang kearifan lokal yang diwariskan turun-temurun. Inilah yang membuatnya menjadi bagian penting dari pengalaman kuliner di Tanah Rencong.
Yuk, cari tau daftar minuman khas Aceh dalam artikel berikut ini.
Dari kopi legendaris hingga minuman segar berbahan buah, Aceh menawarkan ragam pilihan yang tidak hanya melegakan dahaga, tetapi juga memperkaya perjalanan budaya Anda. Berikut daftar minuman khas Aceh yang patut dicoba:
Sirup buah pala menjadi salah satu minuman tradisional yang paling populer di Aceh. Dibuat dari kulit dan buah pala yang direbus bersama gula hingga mengental, sirup ini menghadirkan rasa asam manis yang khas tanpa tambahan pemanis buatan.
Biasanya, sirup pala dicampur dengan air dingin untuk menghasilkan minuman segar, atau digunakan sebagai kuah pelengkap es campur. Oleh-oleh khas Aceh ini banyak diburu wisatawan karena keunikannya.
Meski identik dengan kuliner di Jawa Barat, ternyata Aceh juga memiliki bandrek versi lokal. Minuman hangat ini terbuat dari rempah sederhana seperti jahe, gula aren, dan serai. Sangat cocok diminum saat cuaca dingin atau musim hujan karena memberikan efek hangat sekaligus memperbaiki suasana hati. Setiap daerah di Aceh biasanya memiliki racikan bandrek yang berbeda, namun tetap mempertahankan rasa rempah yang khas.
Le boh timon atau es timun dalam bahasa lokal, merupakan minuman segar yang sering disajikan bersama sepiring mie Aceh. Cara membuatnya cukup mudah, hanya dengan mencampurkan timun serut ke dalam air gula dan menambahkan es batu. Beberapa variasi menambahkan selasih dan perasan jeruk nipis untuk menambah kesegaran. Rasa segar es timun ini sangat pas untuk menetralkan rasa pedas gurih dari mie Aceh.
Kopi khas Aceh satu ini, sudah dikenal hingga mancanegara sebagai salah satu kopi terbaik di Indonesia. Biji kopi yang ditanam di dataran tinggi Gayo ini menghasilkan aroma kuat dan cita rasa khas dengan tekstur yang kental. Di Aceh, kopi Gayo tidak hanya mudah ditemukan di kedai-kedai kopi, tetapi juga tersedia dalam bentuk biji sangrai untuk dibawa pulang wisatawan sebagai oleh-oleh.
Bagi Anda yang kurang menyukai kopi, jangan khawatir. Pasalnya, kota Aceh juga punya pilihan minuman lain yang tak kalah populer, yaitu Teh Tarik Aceh. Minuman ini terbuat dari teh yang dicampur dengan susu kental manis, menghasilkan rasa legit dan khas yang banyak digemari.
Sekilas, Teh Tarik Aceh mengingatkan kita pada teh tarik yang populer di Malaysia atau India. Hal ini wajar, sebab pengaruh budaya Melayu dan India memang cukup kuat di wilayah Aceh.
Nama “teh tarik” sendiri sebenarnya diambil dari proses penyajiannya. Penjual biasanya menuang teh dari satu gelas ke gelas lain dengan gerakan memanjang, seolah sedang “menarik” cairan. Teknik ini tidak hanya menambah cita rasa, tetapi juga membuat minuman tampak lebih menggugah selera.
Kalau teh tarik jadi favorit banyak orang, Aceh juga punya minuman berbasis kopi yang tak kalah terkenal, yaitu Sanger. Sekilas mirip kopi susu, namun rasa Sanger lebih khas. Minuman ini dibuat dari campuran kopi dan susu, lalu disaring berulang kali hingga menghasilkan buih tebal di atasnya. Bagi pecinta kopi yang ingin mencoba rasa berbeda, Sanger adalah pilihan yang wajib dicoba saat berkunjung ke Aceh.
Minuman lain yang tak kalah unik adalah Kupi Khop. Kopi ini menggunakan biji robusta yang dicampur gula, kadang juga ditambahkan susu sesuai selera. Keunikan Kupi Khop terletak pada cara penyajiannya, kopi disajikan dengan gelas terbalik yang diletakkan di atas piring kecil. Cara minumnya pun berbeda, yaitu menggunakan sedotan. Sensasi ini membuat pengalaman menikmati kopi khas Aceh terasa lebih otentik dan berkesan.
Nama Boh Manok Weng mungkin terdengar asing, tapi bagi masyarakat Aceh minuman ini sangat populer, terutama sebagai penambah stamina. Bahan utamanya adalah telur ayam kampung yang dikocok hingga berbuih, lalu dicampur dengan teh atau kopi.
Dalam bahasa Aceh, “boh manok” berarti telur ayam, sedangkan “weng” artinya diputar atau dikocok. Kombinasi unik ini menghasilkan minuman herbal tradisional yang dipercaya dapat meningkatkan energi secara alami tanpa efek samping.
Selain minuman, Aceh juga punya sajian segar bernama Rujak Aceh Kuah Pala. Hidangan ini cocok disantap sebagai camilan atau pencuci mulut. Isinya berupa potongan buah segar seperti mangga, pepaya, jambu air, rambutan, kedondong, nanas, hingga kolang-kaling.
Salah satu keunikan rujak khas Aceh ini terletak pada kuahnya yang terbuat dari buah kuini yang diblender bersama cabai, gula, dan garam, menghasilkan kuah kental dengan rasa asam, manis, pedas, sekaligus segar.
Minuman khas Aceh yang terakhir ada U Muda Teu Teot, yang lebih dikenal sebagai kelapa bakar. Proses pembakaran kelapa muda memberikan aroma khas yang berpadu dengan kesegaran air kelapa. Tak jarang minuman ini juga dicampur rempah pilihan yang dipercaya bermanfaat untuk menghangatkan tubuh sekaligus menjaga daya tahan.
Itulah beberapa minuman khas Aceh yang patut dicoba saat berkunjung. Setiap sajian memiliki cita rasa, keunikan, dan filosofi budaya tersendiri. Menikmati minuman tradisional Aceh bukan hanya soal rasa, tetapi juga pengalaman budaya yang memperkaya perjalanan Anda di Tanah Rencong.
Beberapa jenis kopi yang terkenal dari Aceh antara lain Kopi Gayo, Kopi Sanger, hingga varian lain seperti Kopi Robusta Gayo Lues dan berbagai jenis Arabika Gayo.
Minuman kopi susu khas Aceh dikenal dengan sebutan Kopi Sanger. Minuman ini lahir dari kreativitas penjual kopi di warung kecil, yang awalnya ingin menghadirkan alternatif kopi susu dengan harga lebih terjangkau namun tetap nikmat.
Keistimewaan Kopi Gayo tidak hanya terletak pada rasa uniknya yang disukai banyak kalangan, termasuk generasi muda pencinta kopi modern. Lebih dari itu, kualitas Kopi Gayo lahir dari proses budidaya yang teliti di dataran tinggi Aceh.
Risiko yang tak terhindarkan saat memasak adalah cedera bakar yang mungkin timbul akibat terkena percikan minyak panas, air mendidih, tak sengaja menyentuh permukaan panci atau waj...
337 次观看 |
Category Article 1
Ketika Anda berkunjung ke sebuah toko roti atau kue, anda akan menemukan beraneka jenis hidangan lezat terbentang di depan Anda, dan di antaranya yang tak boleh terlewatkan adalah ...
1000 次观看 |
Category Article 1