Label nilai gizi adalah informasi tentang kandungan gizi dalam makanan atau minuman yang tertera di kemasannya. Ini sangat berguna bagi mereka yang ingin mengontrol kalori yang mereka konsumsi. Kadang-kadang, karena berbagai angka yang tercantum, orang bisa merasa kesulitan saat membacanya. Apakah anda salah satunya? Jika demikian, yuk simak penjelasan seputar cara membaca informasi nilai gizi pada label kemasan makanan atau minuman berikut ini.
Category Article 1
| 1210 Dilihat
Label nilai gizi adalah informasi tentang kandungan gizi dalam makanan atau minuman yang tertera di kemasannya. Ini sangat berguna bagi mereka yang ingin mengontrol kalori yang mereka konsumsi. Kadang-kadang, karena berbagai angka yang tercantum, orang bisa merasa kesulitan saat membacanya. Apakah anda salah satunya? Jika demikian, yuk simak penjelasan seputar cara membaca informasi nilai gizi pada label kemasan makanan atau minuman berikut ini.
Baca juga 5 Tren Kesehatan 2025
Simak berbagai komponen yang terdapat dalam label informasi gizi pada kemasan makanan dan minuman, beserta penjelasan lengkapnya di bawah ini.
Informasi nilai gizi selalu mengacu pada satu sajian, bukan satu kemasan. Makanan biasanya memiliki beberapa sajian dalam satu kemasan. Angka sajian per kemasan menunjukkan berapa banyak takaran saji yang ada dalam satu bungkus.
Misalnya, keripik kentang yang memiliki label "4 sajian per kemasan" berarti satu kemasan bisa dibagi menjadi 4 sajian atau dikonsumsi 4 kali dengan setiap kali makan setara dengan satu sajian.
Jika Anda makan satu bungkus snack tersebut, Anda akan mendapatkan 4 kali lipat asupan gizi yang tertera di kemasan. Begitu juga jika Anda makan dua bungkus, asupan kalori dan gizinya akan menjadi 8 kali lipat.
Informasi nilai gizi mencantumkan jumlah energi yang diberikan oleh makanan atau minuman. Jadi, semakin banyak yang Anda makan atau minum, semakin banyak kalori yang Anda konsumsi. Biasanya, kalori dari lemak sudah termasuk dalam kalori total. Misalnya, sebungkus makaroni memiliki kalori total 250 kkal, dengan 110 kkal berasal dari lemak.
Jika Anda makan satu porsi makaroni, Anda mendapatkan 250 kkal energi, 110 kkal dari lemak, dan sisanya dari karbohidrat dan protein. Informasi gizi juga mencantumkan kebutuhan kalori harian sekitar 2.000 kkal.
Angka kecukupan gizi (AKG) dalam informasi nilai gizi merujuk pada kebutuhan energi harian rata-rata sekitar 2.000 kkal. AKG ini menunjukkan jumlah zat gizi dalam satuan berat seperti miligram (mg) atau gram (gr), atau bisa juga disajikan dalam bentuk persentase (%).
Setiap zat gizi memiliki rekomendasi asupan harian masing-masing. Sementara itu, persentase AKG adalah perbandingan antara zat gizi dalam suatu produk dengan total zat gizi yang dibutuhkan. Misalnya, satu kotak jus jeruk mengandung vitamin C setara dengan 50% AKG per sajian. Jadi, dengan minum satu kotak jus jeruk tersebut, Anda sudah memenuhi setengah dari kebutuhan vitamin C harian Anda.
Selain membaca informasi nilai gizi pada sebuah kemasan, Anda juga perlu memperhatikan apa saja komposisi yang terkandung dalam kemasan makanan atau minuman tersebut. Karena, baik makanan atau minuman kemasan biasanya mengandung banyak bahan penyusun seperti pengawet dan pemanis tambahan, serta penguat rasa.
Oleh karena itu, penting bagi kita untuk mengetahui cara membaca informasi nilai gizi pada kemasan makanan dan minuman. Dengan begitu, anda bisa memperkirakan zat gizi apa saja yang kita dapatkan setelah mengkonsumsi makanan atau minuman tersebut.
Baca juga: Tips Merawat Loyang Alumunium Supaya Tidak Mudah Rusak
Beragam nama kuliner otentik Nusantara yang menggugah selera, mungkin bahkan bisa mencapai ratusan jenis. Dari yang lezat kue basah, hingga gurih makanan kering, serta menu utama y...
115999 Dilihat |
Category Article 1
Memahami perbedaan mie ayam dan mie yamin bisa membantu. Meskipun terlihat serupa, keduanya punya karakter rasa dan cara penyajian yang cukup berbeda....
221 Dilihat |
Category Article 1