Saat berkunjung ke Wonosobo, tak lengkap rasanya jika tidak mencicipi aneka kuliner khas daerah ini.
Category Article 1
| 697 Views
Kabupaten Wonosobo di Jawa Tengah dikenal sebagai salah satu destinasi wisata alam yang memikat hati. Salah satu daya tarik utamanya adalah Dataran Tinggi Dieng, sebuah kawasan bersejarah yang menyimpan panorama alam memukau serta nilai budaya yang kaya. Tak heran jika Dieng selalu menjadi pilihan favorit wisatawan lokal maupun mancanegara setiap tahunnya.
Namun, keindahan Wonosobo tidak berhenti di situ. Kabupaten ini juga terkenal dengan berbagai kuliner khas yang menggugah selera. Bagi Anda yang sedang merencanakan liburan ke Wonosobo, jangan lupa mencicipi aneka makanan tradisionalnya. Bahkan, beberapa di antaranya bisa dibawa pulang sebagai oleh-oleh khas Wonosobo untuk keluarga tercinta di rumah.
Berikut ini adalah beberapa rekomendasi makanan khas Wonosobo yang patut Anda coba saat berkunjung ke sana.
Saat berkunjung ke Wonosobo, tak lengkap rasanya jika tidak mencicipi aneka kuliner khas daerah ini. Berikut ini tujuh makanan khas Wonosobo yang paling direkomendasikan untuk dicoba.
Salah satu oleh-oleh paling ikonik dari Wonosobo adalah manisan carica. Carica adalah buah khas yang hanya tumbuh di dataran tinggi seperti Wonosobo, Banjarnegara, dan Dieng. Karena bentuk dan teksturnya mirip pepaya, masyarakat setempat sering menyebutnya sebagai "pepaya gunung".
Buah carica biasanya diolah menjadi manisan yang dikemas dalam cup praktis, menjadikannya pilihan favorit wisatawan. Meski masa simpannya tidak terlalu lama, rasanya yang manis dan segar membuat manisan carica tetap jadi incaran utama para pelancong. Selain enak, buah ini juga memiliki nilai sejarah dan simbol budaya bagi masyarakat Wonosobo.
Mie Ongklok adalah hidangan khas Wonosobo yang berbahan dasar mie kuning, direbus bersama campuran sayuran seperti kucai dan kol, lalu disiram kuah kental berbumbu khas.
Cita rasa gurih dan teksturnya yang unik membuat mie ini digemari berbagai kalangan, baik wisatawan maupun warga lokal. Keunikan lain dari Mie Ongklok terletak pada cara memasaknya yang menggunakan teknik "ongklok" (merebus dengan saringan bambu).
Dan saat ini, Mie Ongklok juga tersedia dalam versi instan, cocok sebagai oleh-oleh praktis. Meski rasanya tidak bisa sepenuhnya menggantikan versi asli, mie instan ongklok tetap memberikan pengalaman kuliner khas Wonosobo di rumah.
Terong belanda merupakan buah dataran tinggi yang banyak dibudidayakan di kawasan sekitar Wonosobo. Meski sekilas mirip tomat, buah ini memiliki rasa yang khas, sedikit asam namun menyegarkan. Salah satu produk olahan yang paling terkenal adalah sirup terong belanda, yang cocok dijadikan oleh-oleh sekaligus minuman sehat.
Tak hanya enak, buah ini juga kaya manfaat. Berdasarkan informasi dari laman Alodokter, terong belanda mengandung berbagai nutrisi penting seperti vitamin C, vitamin B, zat besi, kalsium, fosfor, dan antioksidan yang baik untuk kesehatan jantung hingga pencegahan kanker.
Produk sirup dan manisan dari terong belanda kini bisa dengan mudah ditemukan di pusat oleh-oleh Wonosobo. Jika Anda belum pernah mencicipinya, pastikan untuk memasukkan produk ini ke dalam daftar belanja saat berlibur ke sana.
Sego Megono adalah salah satu hidangan tradisional yang sangat populer di kalangan warga Wonosobo. Hidangan ini terdiri dari nasi putih yang dibungkus daun pisang, lalu disajikan bersama tumisan sayuran, ikan teri, dan gorengan pilihan seperti tempe kemul atau tahu isi.
Menariknya, makanan ini sering disebut juga sebagai sego reged atau nasi kotor oleh masyarakat setempat. Meski namanya terkesan kurang menggugah, rasanya justru sangat khas dan bikin ketagihan. Sego Megono biasanya disantap sebagai bekal bekerja di ladang atau sawah karena praktis dan mengenyangkan. Anda bisa menikmatinya selagi hangat, ditemani segelas teh atau kopi sambil menikmati udara sejuk khas Dataran Tinggi Dieng.
Sagon adalah camilan tradisional khas Wonosobo yang memiliki cita rasa manis dan aroma kelapa yang khas. Dibuat dari campuran kelapa parut, tepung sagu, dan gula, sagon dimasak menggunakan kayu bakar atau arang sehingga menghasilkan rasa yang gurih dan tekstur yang unik.
Camilan ini berbentuk bulat tebal dengan taburan kelapa di atasnya, memberikan sensasi legit di setiap gigitan. Biasanya sagon dijual dalam berbagai ukuran dan isi, cocok dijadikan oleh-oleh khas Wonosobo dengan harga yang terjangkau.
Kalau Anda pecinta gorengan, jangan lewatkan Tempe Kemul khas Wonosobo. Sekilas mungkin terlihat seperti tempe goreng biasa, tapi teksturnya jauh lebih renyah dan rasanya lebih gurih. Ini karena tempe kemul dibuat dengan tambahan irisan kucai dalam adonan tepungnya.
Tempe kemul sangat cocok disantap hangat-hangat, terutama saat udara Wonosobo sedang dingin. Makanan ini bisa Anda temukan di banyak tempat makan lokal, dan kerap menjadi pelengkap sempurna untuk nasi megono.
Rekomendasi makanan khas Wonosobo yang terakhir yaitu Kacang Dieng. Makanan khas ini adalah salah satu camilan khas pegunungan yang hanya bisa ditemukan di kawasan Dataran Tinggi Dieng.
Karena ukurannya yang lebih besar dari kacang tanah biasa, kacang ini banyak yang menyebutnya sebagai “kacang babi”. Kacang ini dimasak dengan cara disangrai bersama garam hingga matang sempurna, lalu dikemas dalam plastik sederhana. Rasanya gurih dan cocok dinikmati saat bersantai bersama keluarga atau teman, terutama di sore hari dengan segelas teh hangat.
Itulah deretan makanan khas Wonosobo yang patut Anda cicipi saat berkunjung ke kawasan wisata Dieng. Jadi, dari semua kuliner khas Wonosobo yang sudah disebutkan, mana yang sudah pernah Anda coba?
Baca Juga: 7 Makanan Khas Trenggalek Paling Enak, Ada Ayam Lodho yang Wajib Dicoba
ika tertarik untuk membuat kue sus, berikut beberapa resep yang dapat Anda coba sendiri di rumah...
759 Views |
Category Article 1
Berbuka puasa saat bulan Ramadhan adalah momen yang ditunggu-tunggu oleh banyak orang. Namun, jangan sampai keasyikan menyantap hidangan di meja makan membuat kita lupa pentingnya ...
565 Views |
Category Article 1