Tepung Tapioka dan Tepung Sagu, Bedanya Apa

Sekilas, memang keduanya terlihat mirip karena sama-sama berasal dari pati umbi-umbian. Namun sebenarnya, tepung sagu dan tepung tapioka memiliki karakteristik dan fungsi yang cukup berbeda.


Category Article 1

Tepung Tapioka Rose Brand

| 12744 Dilihat

Tepung Tapioka dan Tepung Sagu, Bedanya Apa ?

Dalam dunia memasak dan membuat kue, tepung menjadi salah satu bahan utama yang tidak bisa dipisahkan. Dari sekian banyak jenis tepung yang sering digunakan, dua di antaranya adalah tepung sagu dan tepung tapioka. 

Menariknya, di beberapa daerah kedua jenis tepung ini punya sebutan yang berbeda. Misalnya, dalam bahasa Sunda, tepung tapioka dikenal dengan istilah aci, sementara di Jawa sering disebut sebagai tepung kanji.

Sekilas, memang keduanya terlihat mirip karena sama-sama berasal dari pati umbi-umbian. Namun sebenarnya, tepung sagu dan tepung tapioka memiliki karakteristik dan fungsi yang cukup berbeda. Inilah alasan mengapa penting untuk memahami perbedaan keduanya, terutama bagi Anda yang hobi bereksperimen di dapur atau bahkan mengelola usaha kuliner.

Dalam artikel ini, kita akan membahas lebih jauh tentang perbedaan keduanya. Jadi, kalau masih bingung membedakan keduanya, simak penjelasan berikut sampai selesai, ya!

Perbedaan Tepung Tapioka dan Tepung Sagu

Supaya tidak salah pilih, berikut penjelasan mengenai perbedaan tepung sagu dan tapioka:

1. Asal Bahan Dasar

Tepung sagu dan tepung tapioka sama-sama berasal dari bahan alami, namun sumbernya berbeda. Tepung sagu dibuat dari batang pohon sagu. Prosesnya dimulai dengan menghancurkan batang, kemudian mencampurnya dengan air hingga menghasilkan pati. Pati tersebut lalu diendapkan, dijemur, atau dikeringkan sehingga terbentuk tepung sagu siap pakai.

Sementara itu, tepung tapioka berasal dari singkong. Bagian umbi singkong diproses untuk diambil patinya, kemudian dikeringkan hingga menjadi butiran halus tepung. Karena asal-usulnya berbeda, rasa, tekstur, dan kegunaan kedua tepung ini pun memiliki karakteristik tersendiri.

2. Tekstur dan Warna

Sekilas keduanya sama-sama berwarna putih. Namun, tepung tapioka biasanya lebih putih bersih dan halus, sedangkan tepung sagu cenderung agak keruh atau kekuningan. Dari tekstur, tepung sagu terasa lebih kering dan sedikit kesat, sementara tapioka terasa kering tapi licin saat disentuh. Menariknya, kedua jenis tepung ini sama-sama tergolong gluten free karena berasal dari pati.

3. Fungsi dalam Olahan Makanan

Keduanya berperan penting dalam memberi tekstur pada makanan. Baik sagu maupun tapioka bisa membuat adonan lebih kenyal, lengket, atau elastis. Untuk kue kering, keduanya memberi sensasi renyah dan lembut di mulut. Namun, tepung tapioka lebih sering digunakan sebagai bahan pengental pada masakan berkuah atau tumisan.

4. Contoh Penggunaan Tepung Sagu dan Tepung Tapioka

Dalam dunia kuliner Indonesia, tepung sagu dan tapioka memiliki peran penting dengan karakteristik serta fungsi yang berbeda. Tepung sagu umumnya dipakai untuk membuat hidangan khas seperti papeda, kapurung, mutiara sagu, pempek, bakso, kue sagu, hingga selendang mayang. Sementara itu, tepung tapioka lebih populer sebagai bahan utama berbagai jajanan tradisional seperti cilok, cireng, cimol, ronde, kerupuk, serta aneka olahan bakso.

Kedua jenis tepung ini sebenarnya bisa digunakan untuk membuat kue kering, misalnya semprit. Namun, untuk kue basah, para pembuat kue biasanya lebih memilih tepung tapioka karena teksturnya yang lebih kenyal dan elastis, sehingga hasil olahannya lebih disukai banyak orang.

5. Rasa dan Aroma

Tepung tapioka memiliki rasa netral dan tidak beraroma kuat, sehingga lebih fleksibel untuk berbagai jenis masakan. Sebaliknya, tepung sagu biasanya punya aroma khas dari batang sagu, terutama jika diproses secara tradisional. Hal ini membuat hasil masakan dengan tepung sagu terasa lebih otentik dan berciri khas. 

Walaupun mirip, tepung tapioka dan tepung sagu sebenarnya berbeda dari bahan, warna, tekstur, hingga rasa. Keduanya punya keunggulan masing-masing sesuai jenis makanan yang ingin Anda buat. Jadi, jangan salah pilih lagi ya saat membeli atau menggunakannya di dapur. 

FAQ

1. Tepung tapioka cocok untuk apa?

Tepung tapioka sangat cocok digunakan untuk membuat makanan kenyal seperti cilok, cimol, bakso, atau sebagai pengental pada masakan berkuah.

2. Tepung tapioka dan tepung beras apakah sama? 

Tidak sama. Tepung tapioka berasal dari singkong, sedangkan tepung beras dibuat dari beras yang digiling. Tekstur dan fungsi keduanya juga berbeda.

 3. Apa kegunaan tepung tapioka?

Kegunaan utama tepung tapioka adalah untuk memberikan tekstur kenyal, sebagai pengental, dan sebagai bahan campuran dalam berbagai kue maupun makanan tradisional.

Semua Artikel


Kategori Artikel

Tinggalkan Ulasan


Artikel Lainnya


Berikut Jenis-Jenis Bawang untuk Masak Beserta Kegunaanya

Ada enam jenis bawang yang paling sering digunakan dalam masakan. Yuk, kenalan dengan mereka dan ketahui kegunaannya!...

897 Dilihat |


Category Article 1

Cara Mudah Membuat Milkbun Thailand yang Lembut dan Manis

Siapa yang tak tergoda dengan roti manis nan lembut ini? Milk bun Thailand, roti yang digemari banyak orang karena teksturnya yang empuk dan rasa susunya yang khas. Adonan roti ini...

658 Dilihat |


Category Article 1