Di era modern, makanan cepat saji menjadi pilihan favorit banyak orang. Alasannya sederhana, praktis dan tidak ribet. Istilah "makanan cepat saji" sering disalahartikan sebagai padanan kata untuk junk food dan fast food. Padahal, keduanya memiliki perbedaan yang perlu diketahui. Meskipun kedua jenis makan cepat saji ini bisa menjadi pilihan praktis, konsumsi berlebihan dapat membahayakan kesehatan.
Category Article 1
| 538 次观看
Di era modern, makanan cepat saji menjadi pilihan favorit banyak orang. Alasannya sederhana, praktis dan tidak ribet. Istilah "makanan cepat saji" sering disalahartikan sebagai padanan kata untuk junk food dan fast food. Padahal, keduanya memiliki perbedaan yang perlu diketahui. Meskipun kedua jenis makan cepat saji ini bisa menjadi pilihan praktis, konsumsi berlebihan dapat membahayakan kesehatan.
Penasaran seperti apa perbedaan junk food dan fast food? Mari, ketahui perbedaannya dalam artikel berikut ini.
Junk food sering diidentikkan dengan makanan yang minim nutrisi, kaya lemak, gula, garam, dan pengawet. Contohnya camilan seperti keripik kentang, permen, soda, kue-kuean, dan makanan cepat saji tinggi lemak seperti burger dan kentang goreng.
Fast food, di sisi lain, merujuk pada makanan yang disiapkan cepat dan dijual di restoran atau warung cepat saji. Contohnya burger, ayam goreng, pizza, hot dog, dan kentang goreng.
Meskipun beberapa fast food termasuk junk food karena kandungan lemak dan kalorinya yang tinggi, tidak semua fast food tergolong junk food. Beberapa restoran cepat saji menawarkan pilihan lebih sehat seperti salad dan sandwich sayur.
Banyak orang sering tertukar dengan istilah junk food dan fast food. Meskipun sekilas tampak sama, keduanya memiliki perbedaan yang cukup signifikan. Yuk, simak penjelasan berikut agar lebih memahaminya.
Junk food, seperti namanya, merupakan makanan yang minim nutrisi dan tidak memiliki manfaat bagi tubuh. Makanan ini umumnya tinggi kalori, lemak, dan gula, namun rendah serat dan vitamin. Di sisi lain, fast food umumnya mengandung karbohidrat yang berperan sebagai sumber energi untuk aktivitas sehari-hari. Meskipun demikian, kadar nutrisi dalam fast food terbilang rendah dibandingkan dengan makanan utuh.
Junk food biasanya dikemas dalam kemasan tertutup dan kedap udara untuk menjaga kualitasnya. Hal ini dikarenakan junk food umumnya telah melalui proses pengawetan sebelumnya. Sementara itu, fast food disajikan dalam kemasan terbuka dan sebaiknya segera dimakan setelah dimasak agar kualitasnya tetap terjaga.
Junk food umumnya sudah diolah dan dimasak hingga matang sebelum dikemas. Hal ini memungkinkan konsumen untuk langsung menyantapnya tanpa perlu proses memasak. Berbeda dengan junk food, fast food umumnya perlu dimasak terlebih dahulu sebelum disantap.
Nah, setelah membaca artikel ini kamu sudah paham kan bedanya Junk Food dan Fast Food? Singkatnya, junk food adalah makanan yang tidak sehat karena kandungan gizinya yang rendah dan tinggi kalori, lemak, dan gula. Sedangkan fast food adalah makanan yang disiapkan dengan cepat, dan beberapa di antaranya termasuk dalam kategori junk food.
Meskipun fast food lebih praktis dan digemari banyak orang, penting untuk diingat bahwa konsumsi junk food dan fast food secara berlebihan dapat berdampak buruk bagi kesehatan. Sebaiknya, pilihlah makanan yang lebih sehat dan seimbang untuk memenuhi kebutuhan nutrisi tubuh.
Baca juga: Apa Perbedaan Tepung Beras, Tepung Tapioka, dan Tepung Ketan?
Saat mengingat masa sekolah dulu di SD, pasti teringat banyak pedagang kaki lima yang menjajakan berbagai makanan enak di depan sekolah. Namun, saat ini semakin jarang ditemui, hal...
525 次观看 |
Category Article 1
Selain menggugah selera, baik hidangan ikan ataupun ayam yang dimasak dengan berbagai cara juga memberikan beragam manfaat positif bagi kesehatan tubuh anda dan keluarga. Nah, ingi...
902 次观看 |
Category Article 1