Tips Memilih Ikan dan Ayam Segar

Selain menggugah selera, baik hidangan ikan ataupun ayam yang dimasak dengan berbagai cara juga memberikan beragam manfaat positif bagi kesehatan tubuh anda dan keluarga. Nah, ingin tahu bagaimana cara memilih ikan dan ayam segar yang berkualitas? Yuk, ikuti beberapa tips berikut!


Category Article 1

| 905 Views

Tips Memilih Ikan dan Ayam Segar

Selain menggugah selera, baik hidangan ikan ataupun ayam yang dimasak dengan berbagai cara juga memberikan beragam manfaat positif bagi kesehatan tubuh anda dan keluarga. Nah, ingin tahu bagaimana cara memilih ikan dan ayam segar yang berkualitas? Yuk, ikuti beberapa tips berikut!

Cara memilih ikan segar dan kaya nutrisi

Ikan berkualitas rendah memiliki ciri-ciri yang membedakannya dengan ikan segar. Berikut adalah beberapa hal yang perlu Anda cermati. Di antaranya:

1. Perhatikan Tampilan Fisik Ikan

Dalam memilih ikan, penting banget untuk anda perhatikan tampilan fisiknya, seperti mata, sisik, dan insang. Pertama, lihat kesegaran ikan dari matanya. Kalau matanya bening, itu tandanya ikan masih segar, sebaliknya kalau buram, artinya sudah nggak bagus.

Lihat juga sisiknya, kalau rontok artinya ikan sudah lama dijual atau nggak segar lagi. Terakhir, perhatikan insangnya. Jika berwarna kemerahan artinya masih segar. Hindari pilih ikan yang insangnya berwarna abu-abu atau kecoklatan ya.

2. Cium Aromanya

Cara memilih ikan yang baik selanjutnya adalah membedakan aromanya. Bukannya semua orama ikan itu amis, ya? Memang betul, tapi secara umum aroma ikan yang berkualitas dan sudah nggak segar tetap dapat dibedakan, kok. Ikan yang segar memang memiliki bau amis, tapi aromanya nggak menyengat. Sementara ikan yang sudah nggak segar aromanya biasanya sangat amis, asam, dan menyengat.

3.  Cek Kekenyalan Daging

Tekstur daging ikan yang segar umumnya lembut, kenyal, namun tetap padat. Nah, ini bisa dicek dengan cara menekan bagian perut ikan menggunakan jari. Jika daging kembali ke bentuk semula, maka ikan tersebut masih segar. Begitupun sebaliknya, ketika ditekan daging ikan tidak kembali ke bentuk semula, artinya sudah nggak segar. Lihat juga pada bagian tulangnya. Sebaiknya pilih yang dagingnya masih menempel kuat pada tulang.

4.  Lihat Warna Daging & Kulit Ikan

Cara memilih ikan yang baik selanjutnya adalah dengan melihat warna daging ikan. Beberapa jenis ikan memiliki warna daging putih terang dan ada juga yang kemerahan. Apapun jenis ikan yang dipilih, sebaiknya pilih yang dagingnya berwarna cerah alias nggak kusam. Ciri-cirinya, warna daging segar biasanya terlihat mengkilap dan terang. Selain itu, perhatikan juga warna kulit ikan. Sebaiknya pilih yang warnanya cerah juga ya.

5. Letakan Dalam Air

Cara terakhir dan paling mudah yang bisa dilakukan ada meletakkan ikan di dalam air. Jika ikan tenggelam, artinya masih segar. Jika terapung di permukaan air, artinya sudah nggak segar atau bahkan mendekati busuk. 

Cara Memilih Ayam yang Masih Segar

Pahami Ciri-Ciri Ayam Segar yang Dijual di Pasar, Toko Daging, atau Swalayan Berikut Ini!

1. Daging Ayam dengan Warna Merah Muda

Pertama-tama, ayam potong yang sehat dapat dikenali dari warna dagingnya yang kemerah muda atau pinkish. Warnanya tidak terlalu merah maupun pucat. Ayam yang terlalu putih kemungkinan sudah lebih dari sehari dan jika berwarna biru, itu menandakan ayam sudah sangat lama dan tidak segar.

2. Aroma Daging Ayam yang Tidak Menyengat

Ciri-ciri daging ayam berkualitas baik adalah tidak memiliki aroma yang menyengat. Ayam potong yang baru memiliki aroma yang biasa saja dan tidak amis. Jika tercium aroma yang aneh dan menusuk hidung seperti obat, bisa jadi dagingnya mengandung formalin.

3. Memiliki Tekstur yang Kenyal

Selanjutnya, daging ayam segar memiliki tekstur yang kenyal dan tidak terlalu keras. Coba tekan dengan jari. Apakah daging tersebut segera kembali ke bentuk semula? Jika iya, itu menandakan bahwa dagingnya masih segar. Sebaliknya, ciri-ciri daging ayam yang sudah busuk adalah teksturnya yang sangat lembek dan berair. Jangan pula memilih ayam dengan tekstur terlalu keras karena bisa jadi itu merupakan ayam yang telah disuntik.

4. Perhatikan Kondisi Kulitnya

Kondisi kulit juga bisa menunjukkan kualitas ayam potong yang baik. Untuk mengetahuinya, periksa kulit ayam dan pastikan kulitnya terasa lembut, tidak kering, dan tidak berlendir. Cara lainnya adalah dengan melihat pori-pori kulit ayam. Jika pori-porinya masih rapat, itu menandakan bahwa ayam masih segar karena bulunya baru saja dicabut. Mengenai warna, kulit ayam segar cenderung berwarna kekuningan.

5. Sedikit Darah yang Keluar

Apabila Anda membeli ayam potong dalam kemasan dan menemukan banyak darah di dalamnya, itu bukanlah tanda bahwa ayam tersebut segar. Ayam segar seharusnya tidak mengeluarkan darah berlebihan saat ditekan. Kemungkinan besar, hal tersebut terjadi akibat proses pemotongan yang salah atau kasar. Kehadiran darah yang berlebihan dapat menjadi sumber kontaminasi bakteri bagi benda-benda dan bahan makanan lain di sekitarnya.

6. Serat yang Lembut dan Tidak Berlemak

Karakteristik daging ayam yang baik berikutnya adalah memiliki serat yang lembut dan tidak berlemak. Hal ini akan memudahkan Anda dalam mengolah dan memakan dagingnya. Untuk mengetahuinya, Anda tidak perlu memasaknya terlebih dahulu. Perhatikan saja saat penjual menyayat daging ayamnya.

Ayam segar akan sedikit mengeluarkan darah ketika tersayat. Selain itu, meskipun daging unggas seperti ayam mengandung lemak jenuh, hindarilah ayam yang terlalu berlemak di antara seratnya.

7. Pilih Ayam yang Masih Muda

Untuk hasil masakan yang lebih nikmat, disarankan untuk memilih ayam yang masih muda karena memiliki tekstur dan rasa yang istimewa. Membedakan ayam muda dan tua pun mudah dilakukan. Tekan bagian dada ayam, jika ayam tersebut masih muda, maka dagingnya akan lebih empuk, sedangkan ayam yang sudah tua akan terasa agak keras.

Dengan mengetahui cara memilih ikan dan ayam yang segar, kita dapat mengurangi risiko kontaminasi makanan. Setelah memilih ikan atau ayam, jangan lupa untuk segera menyimpannya dalam lemari pendingin atau segera mengolahnya. Anda juga bisa menjaga kesegarannya dengan memberikan perasan lemon dan rempah-rempah segar sesuai selera.

Baca juga 6 Perbedaan Ayam Kampung dan Ayam Negeri yang Perlu Kamu Ketahui

All Articles


Article Categories

Leave a Review


Other Articles


7 Makanan Khas Jakarta Yang Wajib Kamu Coba

Jakarta punya banyak makanan khas, dari camilan sampai makanan penutup. Makanan di sini campuran antara lokal asli dan peranakan. Kalau ke Jakarta, jangan lupa coba makanan khasnya...

8 Views |


Category Article 1

Ternyata Serupa Tapi Tak Sama, Berikut Perbedaan Junk Food dan Fast Food

Di era modern, makanan cepat saji menjadi pilihan favorit banyak orang. Alasannya sederhana, praktis dan tidak ribet. Istilah "makanan cepat saji" sering disalahartikan sebagai pad...

540 Views |


Category Article 1