Memilih menu makanan yang tepat untuk sahur dan berbuka puasa sangatlah penting untuk menjaga kesehatan selama berpuasa. Dalam memilih makanan, perlu diperhatikan bahwa makanan yang dikonsumsi tidak menyebabkan gangguan pencernaan, terutama jika dikonsumsi saat sahur. Salah satu jenis makanan yang perlu dihindari adalah makanan pedas. Meskipun hampir sebagian besar masyarakat Indonesia sangat menyukai makanan pedas, kebiasaan ini sebaiknya dikurangi selama bulan puasa.
Category Article 1
| 665 Dilihat
Memilih menu makanan yang tepat untuk sahur dan berbuka puasa sangatlah penting untuk menjaga kesehatan selama berpuasa. Dalam memilih makanan, perlu diperhatikan bahwa makanan yang dikonsumsi tidak menyebabkan gangguan pencernaan, terutama jika dikonsumsi saat sahur. Salah satu jenis makanan yang perlu dihindari adalah makanan pedas. Meskipun hampir sebagian besar masyarakat Indonesia sangat menyukai makanan pedas, kebiasaan ini sebaiknya dikurangi selama bulan puasa.
Makanan pedas saat sahur dapat menyebabkan gangguan pencernaan yang dapat mengganggu aktivitas sehari-hari. Oleh karena itu, sebaiknya hindari mengkonsumsi makanan pedas saat sahur dan buka puasa. Namun, jika Anda tidak bisa menahan hasrat untuk makan makanan pedas, Anda dapat mencobanya dengan jumlah yang sedikit dan perlahan-lahan meningkatkan dosisnya seiring berjalannya waktu. Lalu, apakah aman untuk mengkonsumsi makanan pedas saat buka dan sahur selama Ramadhan? Dan apa bahaya jika mengkonsumsinya? Yuk, kita bahas lebih lanjut.
Bagi penggemar makanan pedas, menambahkan sensasi pedas pada makanan dapat memperkaya cita rasa dan menambah nafsu makan. Selain itu, sebuah studi terbaru yang diterbitkan dalam jurnal Appetite menunjukkan bahwa kandungan capsaicin pada makanan pedas dapat membantu meningkatkan energi yang dikeluarkan tubuh dan membantu mengendalikan berat badan. Namun, saat menjalankan puasa, sebaiknya hindari makan makanan pedas baik saat sahur maupun buka puasa.
Menurut ahli nutrisi di Dubai Health Authority, saluran pencernaan saat berpuasa sangat sensitif terhadap makanan pedas, sehingga dapat menimbulkan gangguan pencernaan dan mengganggu puasa Anda. Akan tetapi, efek yang sama pada setiap orang dapat bervariasi tergantung pada seberapa banyak makanan pedas yang dimakan dan tingkat sensitivitas pencernaan masing-masing individu. Oleh karena itu, perhatikan konsumsi makanan pedas Anda saat berpuasa untuk menjaga kesehatan pencernaan Anda dan mengoptimalkan manfaat puasa.
Mengonsumsi makanan pedas secara berlebihan, terutama selama bulan puasa, bisa menimbulkan risiko terhadap beberapa masalah kesehatan, seperti:
Makanan pedas terkenal dengan rasa yang dapat membuat lidah terasa panas. Namun, tahukah Anda bahwa makanan pedas juga bisa membuat Anda merasa haus? Terutama jika Anda makan makanan pedas saat sahur, efek dahaga dapat semakin terasa.
Hal ini disebabkan oleh kenaikan suhu tubuh yang dihasilkan oleh makanan pedas, yang dapat meningkatkan jumlah keringat yang dikeluarkan oleh tubuh dan mengurangi kadar air dalam tubuh. Sebagai hasilnya, Anda mungkin merasa terus-menerus haus setelah mengkonsumsi makanan pedas.
Menikmati makanan pedas saat buka puasa dan sahur memang bisa menjadi pilihan yang menggugah selera. Namun, perlu diingat bahwa mengkonsumsi makanan pedas yang terlalu banyak dapat menyebabkan rasa tidak nyaman pada perut seperti sakit dan sensasi panas.
Apalagi jika Anda memiliki riwayat penyakit pencernaan seperti dispepsia (maag) atau radang usus, makan makanan yang sangat pedas dapat memicu gejala kambuhnya penyakit tersebut. Tentu saja, hal ini bisa membuat aktivitas berpuasa Anda menjadi kurang nyaman bahkan harus membatalkan puasa karena harus minum obat.
Gastritis atau peradangan pada dinding lambung terjadi akibat berbagai faktor, termasuk infeksi bakteri serta pola makan yang tidak sehat seperti mengonsumsi makanan pedas saat berbuka puasa.
Kandungan capsaicin yang terkandung dalam makanan pedas dapat memicu iritasi pada dinding lambung yang sedang dalam kondisi kosong setelah berpuasa seharian. Asam lambung yang terlalu banyak dapat mengikis dinding lambung dan menyebabkan peradangan. Jika tidak ditangani dengan baik, peradangan dapat memicu terbentuknya luka pada dinding lambung yang kemudian berkembang menjadi tukak lambung.
Rasa pedas dari lada atau cabai berasal dari kandungan capsaicin yang ternyata dapat memberikan manfaat bagi kesehatan manusia. Akan tetapi, perlu diingat bahwa konsumsi capsaicin sebaiknya dilakukan dengan jumlah yang wajar. Bagi orang yang memiliki riwayat penyakit gangguan pencernaan atau sering makan makanan pedas saat sahur dan berbuka puasa, sebaiknya memperhatikan asupan makanannya.
Tentunya, tidak semua orang memiliki resiko yang sama terhadap bahaya konsumsi makanan pedas. Namun, sebagai tindakan pencegahan, sebaiknya hindari atau batasi konsumsi makanan pedas saat sahur dan buka puasa agar dapat meminimalisir kemungkinan risiko yang mungkin terjadi.
Baca juga Berikut Daftar Makanan Sehat dan yang Perlu Dijauhi Ketika Berbuka Puasa
Siapa bilang memasak daging sapi harus rumit dan memakan waktu lama? Dengan memahami beberapa trik sederhana, Anda bisa mengolah daging sapi menjadi hidangan yang empuk dan juicy d...
815 Dilihat |
Category Article 1
Kali ini, Rose Brand hadir dengan resep pilihan martabak manis mini ala rumahan yang bisa Anda coba di rumah....
627 Dilihat |
Category Article 1